Generasi Muda Harus Berani Tampil Memimpin

GENERASI MUDA. Inilah contoh generasi muda yang bakal menjadi calon pemimpin di negara Indonesia.

GENERASI MUDA. Inilah contoh generasi muda yang bakal menjadi calon pemimpin di negara Indonesia.

hm tambunan

bisnisnews.com – MEDAN

Media massa harus melakukan peran dan fungsi maksimal dalam menghadapi Pilkada kota Medan 2010 mendatang.

Sebagai bagian dari kontrol sosial, media diminta tidak ragu untuk menelanjangi rekam jejak para kandidat.

”Dari kinerja, prestasi hingga masalah hukum dan sosial yang mungkin pernah dilakukannya. Stas dasar itu maka akan ada seleksi dari masyarakat dalam menentukan pilihannya,” ungkap Teguh Santoso, Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online dalam acara talk show ”Orang Muda Bicara Walikota” yang diselenggarakan Fakultas Hukum UMSU, Forum Sahabat dan Prapanca 95.1 FM di Kampus UMSU, kemarin.

Bakhrul Khair Amal, angota KPUD Medan menyatakan data menunjukkan, lebih dari 43% dari jumlah pemilih terdaftar di Kota Medan yang tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif dan Pilpres lalu. Ia menguraikan sebagaian besar pemilih yang tidak mengggunakan hak pilihnya merupakan kaum muda. Beberapa faktor kuat kaum muda tidak menggunakan hak pilihnya, selain masih kurangnya pendidikan politik kaum muda, sikap apatis terhadap politik dan kepemimpinan juga merupakan pandangan yang skeptis dari kaum muda menjadi faktor yang berpengaruh besar.

Dalam forum diskusi itu juga disampaikan munculnya apatisme dan skeptisme dari pemuda dikarenakan adanya kekecewaan dari pemuda yang melihat kondisi perpolitikan di Indonesia.

”Kenapa langkah itu diambil kaum muda?” tentunya pertanyaan itu menjadi masalah besar bagi calon Walikota dan Wakil Walikota dalam pemilihan kepala daerah yang ingin menang dalam Pilkada.

Pasalnya jika para pemilih dari kaum muda menemukan keinginanya, maka akan ada dukungan bagi mereka.

Sikap skeptis dan pesimis itu timbul karena apa yang mereka inginkan tidak terpenuhi.

Mulai dari visi dan misi calon walikota sampai pada pelaksanaanya. Menurut dia masalah infrastruktur merupakan isu terdepan namun sampai saat ini menurutnya belum diketahui berapa jumlah masyarakat miskin, berapa pendapatan, bagaimana layanan kesehatan, dan masalah lainya serta langkah apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya.

Hal seperti ini tidak muncul sehingga kaum muda menganggap biasa. Dia memilih untuk tidak memilih, ”Tidak memilih juga satu sikap politik”, katanya.

Walikota Medan

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Medan, Ibeng S SH justru menilai kaum muda sangat layak maju dalam Pemilihan Walikota mendatang.

Pasalnya, selama kaum muda tidak mendapatkan kesempatan dalam berpolitik, kesempatan berpolitik masih sebatas pekerjaan politik, yakni aji mumpung. Apalagi kaum muda menjadi tim sukses dan mendapatkan penghasilan sesaat.

Dulu, lanjut Ibeng kaum tua akan mengatakan kaum muda belum memiliki pengalaman, dan tidak mampu memimpin.

Kini hal itu perlu diklarifikasi. Sebab pengalaman bukan menjadi faktor dominan dalam memimpin demi perubahan dan pembangunan.

Karena untuk melakukan pekerjaan itu, sudah ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.

Sedangkan yang diperlukan adalah pemimpin yang mampu memimpin, memilki kemampuan manajemen yang baik, memikiki dedikasi tinggi untuk eprubahan dan pembangunan serta memiliki akhlak dan moral yang baik.

Ibrahim Nainggolan, Kepala Laboratorium FH UMSU menyoroti soal ‘gizi’ kelompok muda yang selalu kalah ketika bertanding dipentas pilkada. Karena menurutnya perlu ada reposisi pemikiran dan sikap, agar kaum muda memilik peluang di dalam pilkada Medan 2010-2015 nantinya.

Sebelumnya, Rektor diwakili Wakil Rektor II UMSU, Suhrawardi K Lubis SH SpN MH menyebutkan, kegiatan ini sebagai memberi manfaat besar, khususnya dalam rangka mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat agar lebih jeli dalam menyeleksi calon pemimpinnya.

Farid Wajdi SH MHum, Dekan FH UMSU mengajak, agar mekanisme debat atau diskusi merupakan tradisi yang harus dikembangkan di perguruan tinggi. [tbn]

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: