Listrik Padam, Kumang Adzan Terhenti

iwan k/hm tambunan
bisnisnews.com – RANTAU PRAPAT

Tidak tahu lagi mesti apa yang harus dikatakan buat kinerja PLN Cabang Rantauprapat, terlebih Unit Rayon Kota Rantauprapat.

Pemadaman tidak beraturan yang terus dirasakan warga dianggap sudah “makanan” sehari-harinya.

Namun, sikap yang diperlihatkan PLN, Sabtu (14/11) sekira pukul 18.04 WIB, sangat-sangat keterlaluan.

Pasalnya, baru saja Bilal di masjid mengumandangkan suara Adzan, perusahaan yang masih disubsidi itu, memadamkan lampunya.

Imbasnya, panggilan kepada umat Islam untuk melakukan shalat-pun terpaksa terhenti.

“Astaqhfirullaahal ‘azhiim,” kata puluhan jemaah yang telah berada didalam Masjid Al Ikhlas Lingkungan Aek Siranda Kelurahan Siringo-ringo Kecamatan Rantau Utara, sesaat listrik yang mengalir kemasjid tersebut padam.

Sesaat kemudian warga terus berbegas mencari tombol mesin Genset untuk dihidupkan dan suara Adzan kembali berkumandang diperkampungan itu.

“Untung ada Genset, kalau tidak bagaimana ini dan bagaimana nasib yang tidak memiliki mesin listrik,” celetuk jemaah yang masih berada diteras masjid.

Usai shalat warga mengatakan, jika memang harus dipadamnakn, pihak PLN tidak mengambil waktu pemadaman disaat-saat warga sedang menjalankan kewajiban beribadahnya. Karena hal itu jelas-jelas dirasakan sangat menganggu.

“Tadi listriknya hidup sebelum selesai Adzan, sekira empat menitlah, tapi terasa mengganggu. Kalau harus dimatikan, lihat-lihat kondisinyilah. Kita berharap pihak PLN dapat menghargai warga saat beribadah, sebelum atau sesudahnyalah mahunya, kan tidak mengganggu,” harap Buana.

Pemadaman juga dirasakan warga yang berdomisili di Jalan Air Langga, Kelurahan Cendana dan Jalan Siringo-ringo, Kelurahan Sirandorung.

Baru saja dikumandangkan Adzan didaerah mereka, lampu-pun dipadamakn pihak perusahaan negara tersebut.

“Bukan disini saja yang padam, mungkin diseluruh Kota Rantauprapat ini,” aku Pati dan Muksin, Minggu (15/11) di Rantauprapat.

Kepala PLN Unit Rayon Kota Rantauprapat Mangoba Siregar saat dihubungi wartawan, Minggu (15/11) melalui telepon selular mengatakan, pemadaman direncanakan hingga 23 Desember 2009 dan sebelumnya telah dimuat di beberapa media surat kabar harian.

Disinggung tentang gendala, Mangoba mengarahkan kepada bagian humasnya.

“Bapak kalau bertanya langsung dimuat dikoran-koran, jadi sepertinya kita tidak bisa ‘bertemu’ ini, itulah yang enggak bisa sama saya, seperti tidak ada jalan lain. Kalau masalah gendala, tanya sama humas saja ya,” terang Mangoba. [tbn]

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: